Manusia hanya bisa berencana tapi Tuhan juga yang menentukan. Kata kata itu pas banget buat saya sekarang ini. Tapi saya tetap berusaha untuk sabar agar marah ini tidak meledak ledak bagaikan bom. Jadi ceritanya begini…2 minggu lalu saya ke tukang jahit bawa kain untuk di jahit dan sesuai dengan order, baju itu sudah harus jadi sore ini. Ternyata oh ternyata sampai hari ini kain sutra itu belum berbentuk baju. Dan parahnya lagi besok pagi sudah harus berangkat ke Makassar untuk acara kawinan yang mau saya hadiri. Pengen marah ke ibu tukang jahit tapi kasian juga. Naluri ku tidak tega untuk melampiaskan kemarahanku ke ibu itu. Saya hanya diam dan tidak bisa berkata kata. Tapi hati kecilku sangat tersiksa. Seluruh badan rasanya gemetar karna menahan emosi. Tapi seperti kataku tadi, saya tetap tidak bisa melakukan nya. Hanya air mata yang meleleh yang menggantikan rasa marah ku itu.
Saya selalu berusaha mengontrol kemarahanku untuk hal hal yang tidak perlu. Kecuali kalo sudah di batas kewajaran barulah meledakkan bom bom itu. Hehehe….dan solusi nya kali ini besok ke acara kawinan pake baju yang lama aja. Hiks…..tolong deh….
Marah?
Posted in Catatan Kecil, Curhat
“Delapan Juli”
Tik tak tik tak…..jarum jam sebentar lagi menunjukkan pukul 00.00 pertanda umurku berkurang satu. Berkurang lagi jatah hidup di dunia ini. Well ternyata saia sudah semakin tuwir aja. Banyak ucapan yang saia terima baik itu melalui sms, email, telpon dan bahkan private message. Ternyata masih banyak yang mengingat akan hari pentingku. Walaupun setiap kali delapan juli saia tidak pernah merayakannya. Entah kenapa!!!
Saia bahkan tidak pernah bisa menggambarkan bagaimana bentuk perasaanku, bagaimana euforianya saia saat menerima ucapan ulang tahun dari keluarga, teman temanku serta orang orang sekitarku. Ada keharuan tersendiri yang saia rasakan saat menerima ucapan dan doa yang mampu membuatku melayang entah kmana. Bukan pada kado yang mahal tapi oleh sebuah sugesti bahwa saia masih menempati sebuah ruang di hati orang lain.
Terima Kasihku untukMU atas nikmat yang di berikan. Yang telah memberiku umur dan waktu untuk menjalani hari hariku. Terima Kasihku untuk Ibundaku tercinta yang penuh dengan kesabaran telah menjadikanku hingga seperti ini walaupun belum ada sesuatu yang saia perbuat untuk membalas semuanya. Terima Kasihku sudah di beri sahabat, teman yang mau menerima apa adanya diriku dan mau mendengar celotehanku.
Semoga dengan usia yang sudah banyak angkanya saia makin kuat menghadapi cobaan
hidup….
Delapan Juli Dua Ribu Delapan
Posted in Catatan Kecil, Curhat
Argh……
Yang namanya sakit tidak pernah ada enaknya. Sudah 4 hari terkapar di rumah, sendiri. Merasa sendiri karna semuanya hanya ku urus sendiri. Orang rumah tidak ada yang tahu kalo saia sakit. Atau lebih tepatnya cuek. Penyakitnya borongan pula. Duh kenapa saat di Makassar penyakit ini baru berdatangan. Hiks jadi Pengen cepat pulang ke Sinjai tapi ga kuat juga harus naik mobil umum sendirian. Sebenarnya hari minggu kemarin sudah agak mending, ga demam lagi. Karna memang tujuanku ke Makassar karna mau ikut kopdar borongan BLOGGER Makassar yang temanya gelar karpet merah buat daeng rusle plus Mahdi. Trus acara bagi bagi kawos AM part 3. Walau masih agak lemes tetap nekad ikut. Di acara kopdar lupa kalo saia masih kurang fit, tetap aktif seperti orang sehat walafiat. Hiks….sepulang dari kopdar ternyata demam lagi. Dan sampai sekarang masih terkapar di kamar. Pengen rasanya minjam pintu ajaib doraemon biar bisa pulang ke sinjai. Hiks….miss u mom…..:((
*meraung raung di sudut kamar*
Lelah itu
Entah ini yang keberapa kali ku bolak balik makassar-sinjai. Lelah yang tak terkira. Sebelum memutuskan untuk kembali ke kampung halaman, segala macam resiko sudah ku pertimbangkan. Dan inilah pilihan hidupku. Apapun resikonya aq sudah harus siap menerimanya. Termasuk menikmati lelah ini. Lelah karna perjalanan yang cukup panjang. Sebagian waktuku kuhabiskan di perjalanan. Akh…..aq akan mencoba untuk menikmatinya……
Posted in Jalan-Jalan
Mari Peduli Sesama
Posted in Blogger Makassar
Pengen cepat hari Jumat
Waktu rasanya lambat bergulir. Pyuh….hari kedua masuk kantor yang membuatku bt. Berada di lingkungan baru yang masih asing bagiku. Bertemu dengan orang orang baru yang belum ku kenal karakternya. Gampang² susah untuk adaptasi. Aku yang tipical orangnya cerewet berubah menjadi pendiam. Hikz hikz hikz……
Begitu tersiksanya hidupku ( hiperbolik mode on) bersyukurlah ada blackberry yang mengerti apa yang ku mau. Senyum senyum sendiri baca email email celometan teman teman milis.mungkin orang² di kantor ini udah negatif thinking krn selalu melihatku senyum² sendiri. Semoga aja mereka ga berfikiran kalo aku alumni jalan lanto Dg pasewang. Hihihi ngeri….
Cuek aja….EGP…ABCD….
Hari pertama masuk kerja, hari yang paling panjang buatku. Saking bt dan groginya, untuk edit ketikan di excel aku lupa semuanya. Blank dan error nih otak. Kacaw deh…..
*jumat masih lama ding ![]()
Posted in Blackberry, Curhat, Iseng
Senja di Losari
Duduk sendiri menikmati keindahan losari menjelang senja. Memandang laut lepas yang entah dimana ujungnya. Sebentar lagi matahari di ufuk akan tenggelam dan hari akan berganti malam.
Setiap ada waktu senggang sengaja ku pilih tempat ini untuk menghabiskan sore. Tidak ada yang berubah di tempat ini dari tahun ke tahun.
Segelas ice cappuccino yang setia menemani. Tidak peduli keadaan sekitar yang ramai. Terkadang senyum senyum sendiri karena membaca email kocak di milis. Hidup ini indah dan berwarna walau tanpa ada yang menemani.
Akh…..senja yang indah di sudut pier52.
Posted in Catatan Kecil, Jalan-Jalan
“Sleepless”
Sedari tadi berusaha untuk tidur. Yang ada hanya bertambah gelisah. Tidak seperti biasanya saya tersiksa seperti ini. Berusaha mencari posisi tidur yg bisa membuatku terbawa ke aläm mimpi. Acara di tivi sudah tidak ada yg menarik untuk di tonton. Koleksi lagu di blackberyku sudah ku dengar semuanya.
Sepertinya biang keladi dari Semua ini karna kebanyakan ngopi sore tadi.
Dan saya juga baru ingat kalo seharian tidak ada sebiji nasi yg masuk ke perut. Bukan lupa atau sengaja diet tapi tidak pernah merasa lapar. Hanya sepotong roti yg sempat ku Comot di phoenam tadi. Duh sebentar lagi adzan subuh akan dikumandangkan, mataku tetap tidak mau di ajak kompromi. Mencari kesibukan dengan membaca buku the secret yg sejak 2 bulan lalu nongkrong di tas ku tapi belum tamat hingga kini. Hasilnya tetap nihil. Gelisahku makin menjadi jadi. Percuma membaca kalo tidak konsen.
Segala macam situs kujelajahi, blogwalking dan ngintip FS teman²ku.Semua itu hanya semakin membuatku bertambah gelisah.
Keringat dingin mulai mengucur seiring rasa takut yg ngga jelas.Berusaha menenangkan diri dengan dzikir.Rasa takut itu tetap ada akhirnya ku bangkit dan segera beranjak untuk wudhu dan shalat.
Perlahan rasa takut dan gelisah itu berangsur hilang.
Setelah perasaanku agak sedikit tenang, ku raih blackberryku dan mulai ngeblog lagi.
Teringat pertama kali mendapat teguran untuk berjilbab. Hari pertama di bulan ramadhan 2 tahun lalu.Setelah sahur langsung tidur. Dialam bawah sadarku saya merasa nyawaku sudah akan di cabut oleh malaikat pencabut nyawa.Rasa takut menyerangku. Saat itu saya berjanji jika di beri kesempatan tuk hidup maka saya akan memakai jilbab.Akhirnya setelah mengucap janji itu saya langsung terbangun.Tapi saya merasa itu bukan mimpi. Karena saat sadar semua pakaian yg ku pakai basah krn keringat. Setelah menenangkan perasaan, saya bergegas salat subuh dan dengan khusyuk berdoa memohon ampun atas semua dosaku. Mungkin dengan cara itu Allah memberi hidayah untukku agar memakai jilbab.
Orang rumah antara percaya dengan tidak saat mengumumkan niatku. Mereka sampai tidak bisa berkata kata. Tapi ku berusaha meyakinkan mereka kalo semua ini adalah kenyataan. Serentak kalimat “alhamdulillah” terdengar.mungkin dalam hati mereka berkata akhirnya si tomboy itu sadar juga. Saking senangnya mereka sampai membelikan jilbab dkk sebagai hadiah lebaranku.Dan tepat 1 syawal 2 tahun lalu ku mulai hidup baruku.
Yah, akhirnya sampai sekarang walopun belum sebenar benarnya jilbab.
Kadang jika ketemu dengan teman lama, mereka melongo sambil berkata ” kau kah itu Ira”namun sy hanya senyum melihat ketidakpercayaan mereka.
Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok.
Adzan subuh sayup² berkumandang di luar sana. Saatnya wudhu dan bersujud. Terima kasih ya Allah karena masih di beri kesempatan untuk menikmati semua ini.
Catatan untukku : Jangan terlalu sering ngopi. Hihihi….
Posted in Catatan Kecil, Curhat
“Sekedar Renungan Untukku”
Biarkan kaki membawa kita melangkah ke garis yang telah ditentukan olehNYA. Tak ada kata yang dapat keluar dari bibirku selain keterpanaan akan kenyataan hidup yang engkau hadapi. Melihat apa yang terjadi disekitarku semakin membuatku bergidik untuk melewati tahap hidup selanjutnya. Terlalu naif mungkin jika aku memutuskan untuk menjalani hidup seorang diri. Tertinggalkah aku dengan ketakutan dan rasa trauma yg berkepanjangan.
Melihat dan mendengar cerita tentang mereka yang ada di sekelilingku seakan memaksaku untuk memflash back semua kejadian yang pernah kulewati. Aku juga pernah merasakan. Tapi akhirnya aku mampu tuk berdiri kembali walau semua itu butuh proses. Waktu kan terus berjalan tanpa harus mau menunggu kita yang tetap termangu dan tertinggal dengan kesakitan itu.
Aku juga pernah punya hati yang seperti kau ataupun mereka miliki tapi telah lama aku simpan di tempat yang tak mau aku buka kembali tetapi tak berniat untuk membuang cerita itu. Melepaskan orang yang kucintai dan mencintaiku demi untuk kebahagian mereka karena itu harus dia lakoni. Diantara rasa sakit itu masih ada cerita indah yg terselip yang tidak mungkin akan di hapus dan cukup untuk dijadikan sebagai kenangan. Membiarkan diri tersakiti sepanjang waktu. Membiarkan pikiran menerawang jauh dan memikirkan apa yang sedang dia kerjakan. Tapi itu dulu sebelum aku mampu berdiri sendiri seperti sekarang ini. Cerita itu aku jadikan sebagai cambuk jika di belakang hari akan terulang kejadian yang akan membuatku terjatuh lagi.
Seorang temanku pernah berkata padaku, kau jangan pernah biarkan dirimu tertinggal dengan rasa sakit yang kau derita sendiri. Kehidupanmu terus berjalan tanpa harus selalu memikirkan dia. Kau masih punya cerita di hari esokmu. Dan tak bosan bosannya temanku itu mengingatkanku. Sampai sekarang bahkan masih sering mengontrol apa yg aku lakukan. Dengan kesadaranku sendiri akhirnya aku bisa menjadi yang seperti saat sekarang ini. Menjalani hidup tanpa harus bergantung pada orang lain. Menikmati waktu tanpa harus membebani orang lain. Dan semua itu membuat ku bahagia tanpa harus TERLUKA.
Posted in Catatan Kecil
Selamat Jalan Pak Harto
انّا للّه وانّا اليه رجعون (innalillahi wa inna ilaihi ra’jiuun)
Turut belasungkawa yg sedalam dalamnya atas berpulangnya Bapak H M Soeharto, semoga diberikan tempat yg layak di sisiNYA.
Tersentak ketika pertama kali aku mendengar berita bahwa Pak Harto telah berpulang. Segenap ragaku seakan melayang. Pastinya sangat sedih tapi inilah yg terbaik untuk beliau.
Teringat kembali peristiwa 10 tahun lalu saat ramainya demo untuk meminta beliau lengser dari jabatannya. Tidak kupungkiri kalo akupun ikut serta dalam demo yg setiap kali digelar digelar. Rela membolos kuliah demi demo. Jadi malu sendiri kalo ingat kenakalanku di masa masa masih menjadi mahasiswa. Selamat jalan Bapak Pembangunan….tidak ada yang mampu menjadi sepertimu. Tidak ada yang bisa menyaingi kharisma dan wibawamu.
Selamat jalan Jenderal…..selamat jalan pahlawanku…..
Posted in Catatan Kecil, Curhat












